Home / Berita / Eco Green Nusantara Diupayakan Turut Kelola Sampah Destinasi Wisata

Eco Green Nusantara Diupayakan Turut Kelola Sampah Destinasi Wisata

 

JAKARTA – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sudah tidak main-main dalam penanggulangan sampah di destinasi wisata. Segala upaya akan dilakukan demi terwujudnya pengelolaan sampah yang ideal. Salah satunya berencana bekerjasama dengan Eco Green Nusantara dalam pengolahan sampah di kawasan 10 destinasi pariwisata prioritas plus Toraja.

Syawaludin Pakar Sampah dari Eco Green Nusantara NTB akan diundang ke Jakarta untuk membahas dan memaparkan secara lebih detil tentang langkah-langkah konkrit terkait upaya untuk segera mengimplementasikan quick win yang direncanakan.

Eco Green Nusantara, adalah sebuah wirausaha sosial, bergerak dalam bidang pengolahan sampah di Nusa Tenggara, salah satu bentuk pencapaian mereka adalah Program Bank Sampah Bintang Sejahtera NTB, tersebar di 5 kabupaten kota di Lombok dan recycle center NTB di Kota Mataram.

“Tujuannya untuk melestarikan lingkungan, membangun kesadaran dan kepedulian masyarakat pada pelestarian lingkungan serta pengembangan ekonomi masyarakat desa melalui usaha pengolahan sampah,” ujar Syawaludin.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata Arief Yahya bertemu dengan Dubes AS, Joseph R Donovan juga membahas pengelolaan sampah di destinasi wisata. Dalam pertemuan, Donovan menawarkan teknologi yang dimiliki negaranya dalam menangani sampah laut. Ia menjelaskan, sampah menjadi tantangan besar bagi pariwisata Indonesia karena selama ini berpengaruh erat dengan peringkat daya saing pariwisata Indonesia, khususnya untuk sisi lingkungan berkelanjutan.

“Ini kaitannya dengan ranking kita di enviromental sustainability selalu dibawah 100 dari 141 negara, dan Mr. Joseph Donovan tertarik menindaklanjuti persoalan ini,” kata Menpar Arief Yahya.

Untuk realisasi bantuan AS itu, ada 3 destinasi diantara 10 destinasi prioritas yang potensial ditindaklanjuti, yakni Danau Toba, Lombok dan Mandalika. Ini karena sudah ada kerjasama dengan World Bank.

AS menawarkan bantuan teknis dalam meningkatkan kualitas lingkungan destinasi pariwisata, khususnya Bali yang akan menjadi tuan rumah event besar Annual Meeting IMF-Bank Dunia pada Oktober 2018 dan menyambut Asian Games 2018 yang berlangsung di Jakarta dan Palembang.

“Adanya dua event besar Asian Games 2018 dan Annual Meeting IMF World Bank pada Oktober 2018 akan kita gunakan sebagai momentum untuk menjadikan Bali bersih dari sampah agar menjadi tuan rumah yang bagus,” kata Menpar Arief Yahya.

Mengenai kerjasama penanganan sampah, Donovan akan membicarakan dengan lembaga donor USAID. Menurutnya dilembaga ini ada penanganan program pengelolaan sampah padat dan sampah laut.(*)

About Admin

Check Also

Sodong Culture Symphony 2018: Perpaduan Keindahan Pantai dan Budaya Cilacap

JAKARTA – Kementerian Pariwisata menyambut baik even Sodong Culture Symphony 2018 yang digelar di Pantai …

Rendang Begitu ‘Nendang’ di Chiang Mai

CHIANG MAI – Selama dua menit, ASEAN Gastronomy Conference di Hotel Shangri-La, Chiang Mai, dibuat …

Kemenpar dan CNTA Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Pariwisata

THAILAND – Menteri Pariwisata Arief Yahya disela kegiatan Asean Tourism Forum (ATF 2018), menemui Vice …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *